✍️UNSUR AKHLAK
๐️ UNSUR AKHLAK
⛅ *ุงََُّูููู
َّ ุตَِّู َูุณَِّูู
ْ ุนََู ุณَِّูุฏَِูุง ู
ُุญَู
َّุฏٍ*
๐พ๐พ *َูุนََูู ุงِِٰูู َูุตَุญْุจِِู َูุณَِูู
ْ* (๏ทบ)
═════════•❁๐น๐น❁•═════════
Saudaraku wahai ahli iman, akhlak secara terminologi berarti tingkah laku seseorang yang di dorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik. Akhlak merupakan bentuk jamak dari kata khuluk, berasal dari bahasa arab yang berarti perangai, tingkah laku, atau tabiat. Cara membedakan akhlak dan moral yaitu dalam etika, untuk menentukan nilai perbuatan manusia baik atau buruk itu melalui tolok ukur akal pikiran atau rasio, sedangkan dalam moral dan susila menggunakan tolok ukur norma-norma yang tumbuh berkembang dan berlangsung dalam masyarakat termasuk adat dan budaya, sedangkan akhlak harus menggunakan ukuran Al Qur'an dan Sunnah sebagai standar panduan baik dan buruk.
Saudaraku, berikut ini adalah unsur sifat yang menyertai akhlak :
1. *Unsur Bawaan*
Unsur bawaan ini bersifat baik dan buruk, dan ini memang telah Allah berikan di saat manusia berada dalam rahim seorang ibu. Sebagaimana Allah ุชَุนَูุงَูู berfirman :
*َูุฃََْููู
ََูุง ُูุฌُูุฑََูุง َูุชََْููุงَูุง*
“Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya”
๐ [Qs. Asy-Syams: 8]
Oleh karena itu, sifat baik dan buruk ini akan berusaha saling mendominasi dalam diri manusia selama dia hidup. Disaat ingin dermawan misalnya, berarti harus meredam sifat kikir, kemudian di saat menjadi seorang pemaaf berarti harus berusaha sekuat tenaga untuk meredam sifat pendendam, di saat rajin beribadah berarti harus meredam sifat malas. Sebagai contoh untuk bisa hadir ke majlis ilmu pun perlu perjuangan yang sangat luar biasa karena harus meredam sifat malas yang berada dalam diri kita. Karena manusia mempunyai sifat bawaan maka untuk melakukan suatu kebaikan itu perlu latihan dan pembiasaan karena sifat kebalikannya akan selalu melawan dan ingin mengagalkan misi kebaikan yang akan di lakukan.
2. *Unsur Pembiasaan*
Nah saudaraku, untuk unsur pembiasaan ini, pertama kali yang berperan dalam memunculkan sifat pembiasaan ini adalah kedua orang tua.
Allah ุชَุนَูุงَูู berfirman :
*ََْูููุฎْุดَ ุงَّูุฐَِูู َْูู ุชَุฑَُููุง ู
ِْู ุฎَِِْูููู
ْ ุฐُุฑَِّّูุฉً ุถِุนَุงًูุง ุฎَุงُููุง ุนََِْูููู
ْ ََْูููุชَُّููุง ุงََّููู ََُُْูููููููุง ًَْูููุง ุณَุฏِูุฏًุง*
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”
๐ [Qs. An-Nisa: 9]
Lingkungan orang tua adalah komunitas terdekat untuk membentuk akhlak yang berawal dari rumah. Setelah itu peranan seorang guru yang melatih sifat pembiasaan ini jika sedang berada di sekolah, dan hal ini adalah realitas yang harus kita terapkan untuk menumbuhkan akhlak yang baik bagi anak-anak kita.
Allah ุชَุนَูุงَูู berfirman :
*َูุฏْ ุฃََْููุญَ ู
َْู ุฒََّูุงَูุง، ََููุฏْ ุฎَุงุจَ ู
َْู ุฏَุณَّุงَูุง*
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”
๐ [Qs. Asy-Syams: 9-10]
Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa untuk memunculkan sifat baik itu perlu pembiasaan. Oleh sebab itu, sifat bawaaan dan pembiasaan ini sangat erat kaitannya untuk membangun akhlak yang baik. Pembiasaan ini tidak hanya dalam perilaku, namun juga dengan ucapan atau kata-kata yang sering di ucapkan. Prinsipnya perilaku dan ucapan ini harusnya sejalan beriringan. Pembicaraan dan perilaku haruslah benar karena manusia itu di bentuk dengan kata-kata atau ucapan yang selalu di ulang-ulang.
3. *Unsur Keteladanan*
Saudaraku, adanya sifat dari akhlak tercela ataupun akhlak mulia itu selalu di mulai dari keteladanan. Akhlak mulia dan akhlak tercela ini terbentuk dari pembiasaan dan keteladanan dari orang-orang terdekat kita. Jika di rumah ada kedua orang tua dan di sekolah adalah guru yang secara langsung atau tidak langsung memberikan contoh bagaimana membentuk sebuah akhak yang baik untuk anak-anak kita.
Allah berfirman :
*َูุงุฌْุนَْู ِูู ِูุณَุงَู ุตِุฏٍْู ِูู ุงْูุขุฎِุฑَِูู*
“Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian”
๐ [Qs. Asy-Syu'ara: 84]
4. *Unsur Lingkungan*
Faktor penting pembentuk berikutnya adalah lingkungan. Maka dari itu, senantiasa kita wajib mencari lingkungan yang baik agar tercipta akhlak yang baik pula. Jika kita berada dalam lingkungan yang disiplin misalnya, maka kita pun akan disiplin. Atau sebaliknya, jika berada dalam lingkungan yang tak disiplin maka kitapun tak akan menjadi disiplin. Betapa sebuah lingkungan itu sangat berpengaruh kepada baik, buruk, mulia atau tercelanya akhlak. Maka berhati-hatilah, seorang anak walaupun telah di bekali akhlak yang baik dari rumah dan sekolah, tapi ketika lingkungan yang di geluti adalah buruk, maka sangat mungkin anak kita akan terpengaruh olehnya.
Dan terakhir, jangan lupa selalu berdoa. Seperti doa yang tercantum dalam ayat berikut ini :
*ุฑَุจِّ َูุจْ ِูู ุญُْูู
ًุง َูุฃَْูุญِِْููู ุจِุงูุตَّุงِูุญَِูู*
“Yaa tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang sholeh”
๐ [Qs. Asy-Syu'ara: 83]
Nah saudaraku wahai ahli iman, itulah empat unsur akhlak yang perlu kita ketahui. Semoga dengan pengetahuan ini bisa menjadi wasilah untuk mengajarkan anak-anak kita, sehingga mereka pun memiliki akhlak yang baik dan mulia.
*ุขู
َِْูููููููููููู َูุง ุฑَุจَّ ุงْูุนَุงَูู
َِْูููููููููููู*
Komentar
Posting Komentar